Pemuda Menegakkan Rukun Islam Namun Terjerumus Maksiat

Juni 22, 2007 at 10:58 pm Tinggalkan komentar

MediaMuslim.InfoSeorang pemuda selalu menegakkan Rukun Islam yang lima, sebagaimana yang disyariatkan oleh Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, namun ia terjerumus ke dalam kemaksiatan atau berkumpul padanya perbuatan yang diwajibkan dengan perbuatan yang dilarang dalam Syariat Islam, bagaimana hukum Islam terhadap hal yang demikian?
Kasus ini tidak sedikit yang mengidap kaum muslim saat ini, para pemuda yang penuh dengan semangat dan tekun mempelajari dan mendakwahkan Syariat Islam yang mulia ini secara sengaja ataupun tidak sengaja, terjerumus pada jurang kemaksiatan. Umumnya salah satu jebakan utama adalah hal-hal yang berkaitan dengan uang dan wanita. Pada kesempatan kali ini, akan disampaikan fatwa yang bekenaan dengan masalah khusus kondisi pemuda tersebut sesuai dengan judul artikel ini.

Pintu taubat senantiasa terbuka sampai terbitnya matahari dari barat, maka bagi setiap kafir dan orang yang bermaksiat untuk bertaubat kepada Alloh dengan taubat nasuha. Taubat yang demikian dilakukan dengan menyesali perbuatan maksiat yang sebelumnya dan meninggalkan perbuatan tersebut, dan meninggalkannya karena takut dan mengagungkan Alloh. Serta berazam(berjanji dengan sungguh-sungguh) untuk tidak mengulangi lagi. barangsiapa yang bertaubat dengan taubat yang demikian maka Alloh akan menghapuskan dosanya yang lalu seperti firman Alloh Ta’ala: “Dan bertaubatlah kepada Alloh wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung.” (QS. An Nur: 31)

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat dan beramal shalih kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS Thoha : 82)

Dan Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Islam menghancurkan apa-apa yang ada sebelumnya, dan taubat menghancurkan apa-apa yang sebelumnya”

Dan dari kesempurnaan taubat yang berkaitan dengan hak muslim yang lain adalah mengembalikan hak orang yang didhalimi, atau meminta dihalalkan dari orang yang didhalimi, sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam: “Barangsiapa yang pernah berlaku dhalim terhadap saudaranya maka hendaknya ia minta dihalalkan sekarang, sebelum datangnya hari yang tidak berlaku dinar dan dirham, jika ada padanya amalan shalih maka diambil amalan kebaikannya sesuai kedhaliman yang ia lakukan, apabila tidak ada amalan kebaikan padanya, maka akan diambil kejelekan saudaranya dan diberikan padanya.” (HR Bukhari)

Dan hadits yang berkaitan dengan ini sangatlah banyak.

(Dikutip dari: Fatawa al Muhimmah li Umumil Ummah. Oleh Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin)

Entry filed under: Al Fatawa, Arsip Al Fatawa, Bimbingan Ulama, El Fatawa, El Fatwa, Fatawa, Fatawa Islam, Fatawa Populer, Fatwa, Fatwa Islam, Fatwa Kontemporer, Fatwa Muslim, Fatwa Populer, Fatwa Ulama, Fatwa-Fatwa, Himbauan Ulama, Iman, Islam, Islamic Fatawa, Kontemporer, Kumpulan Fatwa, Moslem, Muslim, Nasehat Ulama, Nasehat Ulama-Ulama, Religius, Tuntunan Ulama, Wisata Hati. Tags: .

Perusahaan Asuransi Dalam Syariat Islam Lawakan dan Senda Gurau Yang Kelewatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Telah Dikunjungi

  • 150,663 Pengunjung
Add to Technorati Favorites

%d blogger menyukai ini: