Berdiam Di Rumah Yang Ada Pembantunya, Tanpa Khalwat

Juni 22, 2007 at 11:07 pm Tinggalkan komentar

MediaMuslim.InfoPada artikel Fatwa Ulama kali ini, kita akan mencoba memahami suatu hal yang oleh sebagian kita bukanlah suatu masalah. Barangkali hal tersebut karena kekurangan ilmu dan ketidak pahaman mereka mengenai syariat Islam atau karena kekurangan iman yang meskipun mereka mengetahui tuntunan Islam dalam hal ini, namun tetap saja dilanggar.

Seseorang bertanya kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin: “Apa hukum berdiam di rumah bersama pembantu laki-laki tapi tanpa ber-khlawat ?”Berikut jawaban beliau, Permasalahan pembantu sekarang telah menjadi masalah sosial yang  membahayakan. Berapa banyak kita mendengar peristiwa yang menakutkan yang berhubungan dengan masalah pengadaan tenaga kerja baik laki-laki maupun perempuan. Telah jelas sekali bahayanya yang besar dalam masyarakat selain juga tidak ada kebutuhan mendesak untuk itu dan hanya menampakkan tingkat kehidupan yang sejahatera. Didalamnya terdapat sebab-sebab timbulnya fitnah yang menjadikannya harus dilarang.

Pertama.
Tidak sepantasnya bagi orang yang berakal untuk mempekerjakan pembantu di rumahnya, kecuali dalam keadaan sangat mendesak sekali, tidak sekedar karena kebutuhan biasa dan untuk menampakkan tingkat kesejahteraan hidupnya. Karena ini merupakan bahaya bagi agama, kebodohan  pada akal dan membuang-buang uang.

Kedua.
Pembantu yang bekerja haruslah taat pada agama dengan mengenakan hijab secara sempurna di hadapan laki-laki yang ada di rumah tersebut. Tidak diperbolehkan baginya untuk membuka wajah dan perhiasan di hadapan mereka.

Ketiga.
Kedatangan mereka harus disertai oleh mahramnya, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya: “Tidak diperbolehkan bagi wanita untuk bepergian kecuali bersama  mahramnya”

Ada sebagian orang yang mempekerjakan pembantunya karena ikut-ikutan saja, yang akhirnya hanya membawa bencana yang besar bagi mereka. Di antaranya, wanita meninggalkan kewajiban mengurus anak dan diserahkan kepada pembantunya, sehingga anak tidak mendapatkan kasih sayang dan didikan ibunya.

Adapun pertanyaan yang ditanyakan, jawabannya adalah selama pembantu tersebut mengenakan hijab secara sempurna, maka diperbolehkan baginya untuk berdiam di rumah selama tidak berduaan dan tidak membuka apa yang seharusnya ditutupi.

(Sumber Rujukan: Durus wa Fatawal Haramil Makki, Syaikh Ibnu Utsaimin, 3/347)

Iklan

Entry filed under: Al Fatawa, Arsip Al Fatawa, Bimbingan Ulama, El Fatawa, El Fatwa, Fatawa, Fatawa Islam, Fatawa Populer, Fatwa, Fatwa Islam, Fatwa Kontemporer, Fatwa Muslim, Fatwa Populer, Fatwa Ulama, Fatwa-Fatwa, Himbauan Ulama, Iman, Islam, Islamic Fatawa, Kontemporer, Kumpulan Fatwa, Moslem, Muslim, Nasehat Ulama, Nasehat Ulama-Ulama, Religius, Tuntunan Ulama, Wisata Hati.

Majalah Yang Ada Gambar Wanita Waspadalah !!! Saudara Ipar Adalah Maut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Telah Dikunjungi

  • 156,783 Pengunjung
Add to Technorati Favorites

%d blogger menyukai ini: