Mayoritas Warga Inggris Dukung Burqa

November 30, 2006 at 2:12 am Tinggalkan komentar

Kontroversi pemakaian Muslimah bagi perempuan Muslim di Eropa terus berlanjut. Namun, tak seperti pemerintah yang berusaha membakukan larangan pemakaian cadar dan burqa di muka umum, masyarakat Inggris justru cenderung bisa menerima.

Berdasarkan survei yang dilakukan British Broadcasting Corp (BBC), hanya sepertiga warga Inggris yang mendukung larangan tersebut. Sebaliknya, separo lebih warga Inggris bisa menoleransi Muslimat menggunakan pakaian penutup sepeti burqa dan jilbab di tempat-tempat umum tertentu.

“Satu di antara tiga warga Inggris mendukung pelarangan total pemakaian jilbab menutup wajah di tempat-tempat umum,” tulis ICM, lembaga poling anggota Dewan Poling Inggris, dalam laporan hasil survei yang dirilisnya untuk BBC, kemarin. Menurut laporan ICM tersebut, 56 persen responden menentang pelarangan total pemakaian jilbab di muka umum. Sedangkan, sebelas persen responden mengaku tidak tahu isu ini.

Survei yang dilangsungkan pada 24-26 November itu melibatkan 1.004 responden dewasa. Hasilnya, sebagian besar responden mendukung larangan pemakaian jilbab yang dilengkapi penutup wajah (burka) di sejumlah tempat umum. Menurut laporan ICM, 61 persen responden mendukung larangan pemakaian burka di bandara dan pos pemeriksaan paspor. Sebanyak 53 responden mendukung larangan pemakaian burka di ruang sidang dan sekolah. Namun, larangan pemakaian burka di tempat kerja hanya didukung 41 persen responden.

Namun komunitas Muslim Inggris tak bergitu kaget dengan hasil survei ini. Menurut mereka, ini merupakan cermin kecemasan publik atas kontroversi jilbab yang diberitakan media. Rajnaara Akhtar, anggota Badan Perlindungan Pemakaian Jilbab, menilai temuan ICM tersebut merupakan hal positif. “Artinya, sebagian besar masyarakat Inggris mengizinkan perempuan muslim mengenakan pakaian apa pun yang disukai,” ujarnya pada programa Today di Radio BBC, kemarin.

Ditambahkan Akhtar, anggapan bahwa wanita muslim dipaksa mengenakan jilbab sama sekali tidak benar. “Sebagai muslim, kita perlu memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa memakai jilbab tertutup hingga wajah (burkak) bukan paksaan tapi pilihan,” ujarnya. Akhtar tidak membantah adanya paksaan pemakaian buka di beberapa kawasan. Namun, ia menyebut tingkat paksaan itu amat sangat kecil.

Pemimpin Eksekutif Forum Muslim Inggris Zareen Roohi Ahmed mengaku tidak terkejut mendengar hasil survei tersebut. “Kita hidup di Inggris yang masyarakatnya demokratis. Bukan hal mengejutkan jika sebagian besar masyarakat Inggris mendukung dan menghargai pilihan memakai jilbab di tempat umum. Pada intinya, yang kita bahas adalah pakaian. Karena itu, kita perlu memandang semua itu dengan sudut pandang yang normal,” tuturnya seperti dikutip BBC kemarin.

Zareen juga mengatakan, larangan pemakaian burka di tempat tertentu dengan alasan keamanan sangat bisa diterima. “Jika yang dipertaruhkan adalah keamanan, misalnya di bandara, memang, penutup muka sebaiknya ditanggalkan. Jika terbukti sulit menjalankan tugas dengan penutup wajah, misalnya pengajar di sekolah-sekolah, sepenuhnya terserah kepada mereka mau tetap bekerja di sana atau tidak,” tambahnya. [bbc/jp/cha]

Entry filed under: Articles, Hakikat. Tags: .

Keutamaan Orang yang Mengetahui dan Mengajar Bambu Bagi Kesejahteraan dan Kelesatarian Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Telah Dikunjungi

  • 150,663 Pengunjung
Add to Technorati Favorites

%d blogger menyukai ini: